Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto berdiri dari sebuah pemikiran tentang perlunya mencetak kader-kader Nahdlatul Ulama yang berkualitas, berwawasan luas, memiliki kepribadian luhur, berjiwa mandiri, dan berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
Pesantren ini resmi didirikan pada tanggal 16 Juli 2000, dengan visi “Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah, dan Akhlakul Karimah, berlandaskan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah”.
Tiga Keunggulan
Sebagai pesantren formal, Al-Amin dikembangkan di atas tiga keunggulan utama:
- Bahasa - pembiasaan bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian santri.
- Kitab kuning - kajian turats sebagai fondasi keilmuan keislaman.
- Leadership - pembinaan kepemimpinan melalui organisasi dan kegiatan santri.
Pendidikan Enam Tahun
Pendidikan di Pesantren Al-Amin ditempuh selama enam tahun, dimulai dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum yang diterbitkan oleh Kementerian Agama dipadukan dengan kurikulum pesantren sehingga santri memperoleh bekal akademik sekaligus kedalaman ilmu agama.
Pesantren dan Transformasi Digital
Untuk menjaga daya saing tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren, Al-Amin mengembangkan sejumlah sistem digital, antara lain:
- ADILS - Al-Amin Digital Learning System.
- ALIMS - Al-Amin Library Management System.
- E-SIM - Al-Amin Elektronik Sistem Informasi Manajemen.
Selain itu, pesantren juga menjalankan program transaksi non-tunai di lingkungan asrama untuk memudahkan pengelolaan keuangan santri.