Puisi
Lampu Kamar Asrama
Lampu kamar menyala setengah,
menemani halaman yang belum selesai dibaca.
Di luar, angin membawa suara jangkrik
dan langkah yang pulang dari surau.
Aku menghafal satu bait,
lupa pada bait yang lain,
lalu mengulang lagi dari awal
seperti orang yang belajar berjalan.
Barangkali begitulah ilmu:
tidak datang sekali jadi,
melainkan menetes
pada malam-malam yang sabar.